Archive for 2013
Cara Setting Kabel LAN
By : SkyMask
Untuk menghubungkan dua buah komputer atau
menghubungkan dua buah HUB/switch dengan kabel UTP, dapat menggunakan
kabel crossover. Jika mo menghubungkan komputer ke HUB/switch, gunakan
kabel straight. lanjuuut…
Dalam pengkabelan straight dan cross, kita bisa
lihat standar yang sudah ditetapkan untuk masalah pengkabelan ini,
EIA/TIA 568A dan EIA/TIA 568B.
Kabel Straight
Kabel straight adalah istilah untuk kabel yang
menggunakan standar yang sama pada kedua ujung kabel nya, bisa EIA/TIA
568A atau EIA/TIA 568B pada kedua ujung kabel. Sederhananya, urutan
warna pada kedua ujung kabel sama. Pada kabel straight, pin 1 di salah
satu ujung kabel terhubung ke pin 1 pada ujung lainnya, pin 2 terhubung
ke pin 2 di ujung lainnya, dan seterusnya.
Jadi, ketika PC mengirim data pada pin 1 dan 2
lewat kabel straight ke switch, switch menerima data pada pin 1 dan 2.
Nah, karena pin 1 dan 2 pada switch tidak akan digunakan untuk mengirim
data sebagaimana halnya pin 1 dan 2 pada PC, maka switch
menggunakan pin 3 dan 6 untuk mengirim data ke PC, karena PC menerima data pada pin 3 dan 6.
menggunakan pin 3 dan 6 untuk mengirim data ke PC, karena PC menerima data pada pin 3 dan 6.
Lebih detailnya, lihat gambar berikut :
Penggunaan kabel straight :
menghubungkan komputer ke port biasa di switch.
menghubungkan komputer ke port LAN modem cable/DSL.
menghubungkan port WAN router ke port LAN modem cable/DSL.
menghubungkan port LAN router ke port uplink di switch.
menghubungkan 2 HUB/switch dengan salah satu HUB/switch menggunakan port uplink dan yang lainnya menggunakan port biasa
menghubungkan komputer ke port LAN modem cable/DSL.
menghubungkan port WAN router ke port LAN modem cable/DSL.
menghubungkan port LAN router ke port uplink di switch.
menghubungkan 2 HUB/switch dengan salah satu HUB/switch menggunakan port uplink dan yang lainnya menggunakan port biasa
Kabel crossover
Kabel crossover menggunakan EIA/TIA 568A pada salah satu ujung kabelnya dan EIA/TIA 568B pada ujung kabel lainnya.
Pada gambar, pin 1 dan 2 di ujung A terhubung ke
pin 3 dan 6 di ujung B, begitu pula pin 1 dan 2 di ujung B yang
terhubung ke pin 3 dan 6 di ujung A. Jadi, pin 1 dan 2 pada setiap ujung
kabel digunakan untuk mengirim data, sedangkan pin 3 dan 6 pada setiap
ujung kabel digunakan untuk menerima data, karena pin 1 dan 2 saling
terhubung secara berseberangan dengan pin 3 dan 6.
Untuk mengenali sebuah kabel apakah crossover
ataupun straight adalah dengan hanya melihat salah satu ujung kabel.
Jika urutan warna kabel pada pin 1 adalah Putih Hijau, maka kabel
tersebut adalah kabel crossover (padahal jika ujung yang satunya lagi
juga memiliki urutan warna yang sama yaitu Putih Hijau sebagai pin 1,
maka kabel tersebut adalah kabel Straight). Tapi untungnya, kebanyakan
kabel menggunakan standar EIA/TIA 568B pada kedua ujung kabelnya.
Penggunaan kabel crossover :
menghubungkan 2 buah komputer secara langsung
menghubungkan 2 buah HUB/switch menggunakan port biasa diantara kedua HUB/switch.
menghubungkan komputer ke port uplink switch
menghubungkan port LAN router ke port biasa di HUB/switch
menghubungkan 2 buah HUB/switch menggunakan port biasa diantara kedua HUB/switch.
menghubungkan komputer ke port uplink switch
menghubungkan port LAN router ke port biasa di HUB/switch
Port biasa vs. port uplink
Untuk menghubungkan dua buah HUB/switch atau
menghubungkan dua buah komputer secara langsung dibutuhkan kabel
crossover. Tapi jika HUB/switch atau Network Interface Card (NIC) atau
peralatan network lainnya menyediakan Uplinkport atau MDI/MDI-X anda
bisa menggunakan kabel straight untuk menghubungkan ke port biasa di
HUB/switch atau Network Interface Card atau peralatan network lainnya.
Berikut adalah susunan kabelnya :
Setting Susunan Warna Kabel Jaringan UTP
susunan kabel cross
1. orange putih
2. orange
3. hijau putih
4. biru
5. biru putih
6. hijau
7. coklat putih
8. coklat
***************1. orange putih
2. orange
3. hijau putih
4. biru
5. biru putih
6. hijau
7. coklat putih
8. coklat
1. hijau putih
2. hijau
3. orange putih
4. biru
5. biru putih
6. orange
7. coklat putih
8. coklat
susunan kabel cross adalah susunan kabel silang..
1 dan 3
2 dan 6
kemudian sebaliknya
3 dan 1
6 dan 2
Cara Membuat Jaringan (LAN) Kecil Dengan 2 Komputer Dengan Menggunakan Kabel UTP
By : SkyMaskSaya akan membahas mengenai cara membuat jaringan (LAN) kecil dengan 2
komputer dengan menggunakan kabel UTP. Untuk itu yang perlu Anda
persiapkan adalah kabel UTP dan Jack RJ-45 yang sudah terpasang serta
Network card pada masing-masing komputer. Biasanya komputer sekarang
sudah dilengkapi dengan Lan Card pada motherboard komputer tersebut.
Jika tidak ada Anda bisa membelinya di toko komputer bersama dengan
kabel UTP dan Jack RJ-45.
Jika hanya menghubungkan 2 komputer, Anda tidak memerlukan sebuah hub atau switch. Namun, konfigurasi kabelnya yang sedikit berbeda. Jika Anda membuat jaringan untuk 2 komputer tanpa menggunakan hub atau switch, konfigurasi kebal yang digunakan adalah kabel Cross. Sebaliknya jika mengggunakan sebuah hub atau switch, untuk membuat jaringan lebih dari 2 komputer maka konfigurasi kabel yang digunakan adalah kabel Straight. (Silahkan baca Cara Memasang Kabel UTP Tipe Straight dan Cross)
Ok langsung saja saya bahas mengenai cara membuat jaringan (Lan) untuk menghubungkan 2 komputer. Beriikut langkah-langkahnya:
Selanjutnya agar kedua komputer tersebut bisa berhubungan, maka Workgroup dari komputer-komputer tersebut haruslah sama. Untuk itu, berikanlah nama Workgroup yang sama pada kedua komputer tersebut. Caranya sebagai berikut:
Agar perubahan yang baru Anda lakukan berpengaruh pada system maka diperlukan proses restart. Untuk itu retart komputer Anda. Lakukanlah langkah-langkah yang sama dengan diatas untuk melakukan konfigurasi Network Card dan merubah nama komputer serta workgroup pada komputer kedua. Namun, bedanya pada komputer 2, IP address yang diberikan adalah 192.168.0.2. Subnetmask sama yaitu 255.255.255.0. Sedangkan Nama komputer harus berbeda. Misalkan berikan nama DK-2. Namun, workgroup haruslah sama.
Untuk mengetahui apakah kedua komputer tersebut sudah terhubung lakukanlanh ping dari komputer 1 ke komputer 2 atau sebaliknya. Caranya sebagia berikut:
Jika semuanya sudah beres dan hasil ping sudah bagus, ini artinya Anda berhasil mengubungkan 2 komputer tersebut. Pada artikel berikutnya Dunia Komputer akan membahas bagaimana melakukan sharing folder, printer dan internet pada kedua komputer tersebut. Demikian tutorial singkat untuk membuat jaringan (LAN) dengan 2 komputer. Tutorial ini masih jauh dari sempurna dan mungkin masih banyak kesalahan yang saya buat. Apabila ada diantara Anda yang lebih paham mengenai jaringan silahkan berkomentar melalui kotak komentar. Salam!
Jika hanya menghubungkan 2 komputer, Anda tidak memerlukan sebuah hub atau switch. Namun, konfigurasi kabelnya yang sedikit berbeda. Jika Anda membuat jaringan untuk 2 komputer tanpa menggunakan hub atau switch, konfigurasi kebal yang digunakan adalah kabel Cross. Sebaliknya jika mengggunakan sebuah hub atau switch, untuk membuat jaringan lebih dari 2 komputer maka konfigurasi kabel yang digunakan adalah kabel Straight. (Silahkan baca Cara Memasang Kabel UTP Tipe Straight dan Cross)
Ok langsung saja saya bahas mengenai cara membuat jaringan (Lan) untuk menghubungkan 2 komputer. Beriikut langkah-langkahnya:
- Colokkan kabel UTP yang sudah dikonfigurasi dengan kabel cross ke port LAN card komputer pertama Anda.
- Jika Anda menggunakan Windows XP,buka Control Panel »» Network and Internet Connections »» Network Connections.
- Jika Menngunakan Windows 7 atau Vista, buka Control Panel. Pada icon Network and Internet, klik tulisan View Networks Status and Task.
- Selanjutnya akan muncul jendela Networks and Sharing Center. Pada sisi sebelah kiri jendela ini, klik tulisan Change Adapter Setting
- Klik kanan pada Networkd Card Anda dan pilih properties.
- Pada jendela Local Area Connection Properties, pilih Internet Protocol (TCP/IP) pada Windows XP atau Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4) pada Windows 7 dan Vista. Kemudian klik tombol properties.
- Pada jendela properties yang muncul, pilih opsi Use the followinf IP Address dan isikan dengan 192.168.0.1 pada IP Adrees, 255.255.255.0 pada Subnetmask. Input yang tersisa bisa Anda kosongkan.
- Klik OK untuk menyimpan setting dan klik tombol OK juga pada Local Area Connection Properties
Selanjutnya agar kedua komputer tersebut bisa berhubungan, maka Workgroup dari komputer-komputer tersebut haruslah sama. Untuk itu, berikanlah nama Workgroup yang sama pada kedua komputer tersebut. Caranya sebagai berikut:
- Untuk pengguna Windows XP, bukalah system Properties dengan mengklik kanan icon My Computer dan pilih properties. Anda juga menekan tombol kombinasi keyboard Win + Break.
- Bagi Anda pengguna windows 7, caranya sedikit sama yaitu buka system properties dengan cara seperti pada windows XP. Pada jendela yang muncul klik tulisan Change Setting pada bagian Computer name, domain, and workgroup setting.
- Pada jendela System Properties, baik Windows XP, Vista ataupun Windows 7, klik tombol Change.
- Kemudian di jendela berikutnya berikan nama untuk komputer 1 dengan nama yang diinginkan. Misalkan DK-1. Dan berikan nama dari workgroup Anda. Contonya Dunia Komputer.
- Klik OK dan klik OK juga pada jendela System Properties.
Agar perubahan yang baru Anda lakukan berpengaruh pada system maka diperlukan proses restart. Untuk itu retart komputer Anda. Lakukanlah langkah-langkah yang sama dengan diatas untuk melakukan konfigurasi Network Card dan merubah nama komputer serta workgroup pada komputer kedua. Namun, bedanya pada komputer 2, IP address yang diberikan adalah 192.168.0.2. Subnetmask sama yaitu 255.255.255.0. Sedangkan Nama komputer harus berbeda. Misalkan berikan nama DK-2. Namun, workgroup haruslah sama.
Untuk mengetahui apakah kedua komputer tersebut sudah terhubung lakukanlanh ping dari komputer 1 ke komputer 2 atau sebaliknya. Caranya sebagia berikut:
- Buka Command Prompt dengan menekan tombol keyboard Win + R.
- Pada CMD ketik perintah “ping IP Address”. Ip Addrees diisi dengan
IP komputer yang ingin di ping. Jika Anda melakukan ping dari komputer
1, maka IP address diisi dengan IP komputer 2. Begitu juga sebaliknya.
Contoh perintah ping dari komputer 1 ke komputer 2:
ping 192.168.0.2 - Jika koneksi antar kedua komputer tersebut berhasil maka hasilnya akan seperti ini:
Pinging 192.168.0.2 with 32 bytes of data:
Reply from 192.168.0.2: bytes=32 time<1ms TTL=128 Reply from 192.168.0.2: bytes=32 time<1ms TTL=128 Reply from 192.168.0.2: bytes=32 time<1ms TTL=128 Reply from 192.168.0.2: bytes=32 time<1ms TTL=128 Ping statistics for 192.168.0.2: Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0% loss), Approximate round trip times in milli-seconds: Minimum = 0ms, Maximum = 0ms, Average = 0ms - Jika hasilnya seperti ini:
Pinging 192.168.0.2 with 32 bytes of data:
Request time out
Request time out
Request time out
Request time out
Ping statistics for 192.168.0.2:
Packets: Sent = 4, Received = 0, Lost = 4 (100% loss)
Berarti kedua komputer tersebut belum terkoneksi. Cobalah memeriksa apakah kabel sudah terhubung dengan benar atau mungkin saja ada kabel yang putus.
Jika semuanya sudah beres dan hasil ping sudah bagus, ini artinya Anda berhasil mengubungkan 2 komputer tersebut. Pada artikel berikutnya Dunia Komputer akan membahas bagaimana melakukan sharing folder, printer dan internet pada kedua komputer tersebut. Demikian tutorial singkat untuk membuat jaringan (LAN) dengan 2 komputer. Tutorial ini masih jauh dari sempurna dan mungkin masih banyak kesalahan yang saya buat. Apabila ada diantara Anda yang lebih paham mengenai jaringan silahkan berkomentar melalui kotak komentar. Salam!
GetDataBack for FAT/NTFS 4.25 Full Serial [Mediafire]
By : SkyMask
Software Information :
Title : GetDataBack for FAT/NTFS 4.25 Full SerialDate Released : 2011
Version : 4.25
Category : Recovery System
Publisher: Runtime
Format : RAR
Size : 5.11 MB
Download : Disini
Password : aspirasisoft.us
Password : aspirasisoft.us
Informasi:
GetDataBack for FAT/NTFS 4.25 Full merupakan software recovery
system untuk hardisk yang berjenis FAT dan NTFS. Selain untuk hardisk,
software ini bisa digunakan untuk flashdisk, ipod, phone card, dan
lain-lain.
System Requirements:
- Pentium Processor - Min. 32 MB RAM
- Windows 95, 98, ME, NT, 2000, XP, 2003, Vista or Windows 7
Windows XP Professional SP3 32 bit - Mediafire
By : SkyMask
Windows XP Professional SP3 32 bit adalah OS Windows XP original yang diedit kembali oleh orang lain..walaupun telah di edit, Windows XP Professional SP3 32 bit ini sudah mempunyai beberapa software dan driver, jadi kita tidak perlu menginstall driver lainnya jadi cocok bagi pemula..Windows XP Professional SP3 32 bit
ini tidak membutuhkan serial number lagi dan merupakan unattended
version dan sudah memiliki beberapa theme...dan ingat sekali lagi, versi
ini bukan upgrade jadi disarankan untuk format hardisk dan
partisinya..jadi apakah anda ingin mencobanya..silahkan
Makalah Komponen dan Periferal Komputer
By : SkyMaskMakalah tentang Komonen dan periferal komputer
Silahkan Download di link ini
Password : "skymask"
(tanpa tanda kutip)
Silahkan Download di link ini
Password : "skymask"
(tanpa tanda kutip)
Makalah Paragraf Eksposisi
By : SkyMask
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Paragraf merupakan bagian dari karangan (tulisan) atau bagian dari tuturan (kalau lisan). Sebuah paragraph ditandai oleh suatu kesatuan gagasan yang lebih tinggi atau lebih luas daripada kalimat. Oleh karena itu, paragraf umumnya terdiri dari sejumlah kalimat. Kalimat-kalimat saling bertalian untuk mengungkapkan sebuah gagasan tertentu.
Menulis eksposisi sangat besar manfaatnya, karena sebagian besar masyarakat menyadari pentingnya sebuah informasi. Eksposisi merupakan sebuah paparan atau penjelasan.
Jika ada paragraf yang menjawab pertanyaan apakah itu? Dari mana asalnya? Paragraf tersebut merupakan sebuah paragraf eksposisi. Eksposisi adalah karangan yang menyajikan sejumlah pengetahuan atau informasi. Tujuannya, pembaca mendapat pengetahuan atau informasi yang sejelas – jelasnya.
B. Rumusan Masalah
a. Pengertian Paragraf eksposisi?
b. Ada berapa macam pengembangan paragraf eksposisi?
c. Apa contoh contoh paragraf eksposisi?
d. Bagaimana cara penyusunan paragraf eksposisi?
C. Tujuan
a. Mengetahui pengertian paragraf eksposisi .
b. Dapat menyebutkan macam macam pengembangan paragraf eksposisi
c. Mengetahui contoh paragraf eksposisi
d. Mengetahui cara penyusunan paragraf eksposisi
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Paragraf Eksposisi
Menulis eksposisi sangat menarik, karena berisi informasi. Pembaca atau pendengar (bila kita menceritakannya) menyadari pentingnya sebuah informasi.
Paragraf eksposisi dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti; apakah itu? Dari mana asalnya?
Eksposisi adalah karangan yang menyajikan sejumlah pengetahuan atau informasi. Tujuannya, pembaca mendapat pengetahuan atau informasi yang sejelas – jelasnya.
Banyak para ahli yang mengemukakan pendapatnya mengenai definisi karangan eksposisi. Pendapatnyapun bermacam-macam maka dari itu, di sini kita dapat memaparkan beberapa pendapat dari para ahli tersebut.
1. Menurut Jos. Daniel Parera (1987: 05) dalam buku Menulis Tertib dan Sistematikmengatakan bahwa tulisan eksposisi bertujuan untuk memberikan informasi. Pengarang dan penulis berusaha memaparkan kejadian atau masalah agar pembaca dan pendengar memahaminya dan pengarang mempunyai sejumlah data dan bukti sehingga, ia berusaha menjelaskan persoalan dan kejadian ini demi kepentingan anda sendiri.
2. Menurut A. Chaedar Alwasilah dan Semmy Suzanna Alwasilah (2005:111) Dalam Pokoknya Menulis eksposisi merupakan tulisan yang tujuan utamanya mengklarifikasi, menjelaskan, mendidik, atau mengevaluasi sebuah persoalan. Penulis berniat untuk memberi informasi atau memberi petunjuk kepada pembaca. Di sini eksposisi mengandalkan strategi pengembangan alinea seperti lewat pemberian contoh, proses, sebab akibat, klasifiksasi, definisi, analisis, komperasi dan kontras.
3. Menurut Aceng Hasani (2005: 30) dalam buku Ikhwal Menulis juga mendefinisikan bahwa eksposisi merupakan bentuk tulisan yang sering digunakan dalam menyampaikan uraian ilmiah dan tidak berusaha mempengaruhi pendapat pembaca. Melalui eksposisi pembaca tidak dipaksa untuk menerima pendapat penulis, setiap pembaca boleh menolak dan menerima apa yang dikemukakan oleh penulis.
Dari ketiga ahli di atas, mungkin kita dapat melihat persamaan dan perbedaan dari beberapa definisi Eksposisi. Contohnya saja pada tahun 1987, buku yang ditulis Jos. Daniel Parera menjelaskan definisi eksposisi hanya sebatas sebuah karangan yang ditulis untuk memberikan sebuah informasi agar pembaca dapat memahami tulisan tersebut. Di sisi lain Chaedar Alwasilah dan Semmy Suzanna Alwasilah mungkin saja sependapat dengan Jos Daniel Parera A, namun Chaedar dan Semmy mengembangkan definisi tersebut dalam tulisannya pada tahun 2005, hanya saja mereka berdua menambahkan tujuan penulisan karangan eksposisi seperti mengklarifikasi, menjelaskan, mendidik atau mengevaluasi sebuah persoalan ke dalam definisi eksposisi.
ciri-ciri paragraf eksposisi, antara lain adalah :
1. berusaha menjelaskan tentang sesuatu
2. gaya tulisan bersifat informatif
3. fakta dipakai sebagai alat kontribusi
4. fakta dipakai sebagai alt konkritasi
B. Ada beberapa jenis pengembangan dalam paragraf eksposisi
1. Eksposisi berita, berisi pemberitaan mengenai suatu kejadian. Jenis ini banyak ditemukan pada surat kabar
2. Eksposisi ilustrasi, pengembangannya menggunakan gambaran sederhana atau bentuk konkret dari suatu ide. Mengilustrasikan sesuatu dengan sesuatu yang lain yang memiliki kesamaan atau kemiripan sifat. Biasanya menggunakan frase penghubung “seperti ilustrasi berikut ini, dapat diilustrasikan seperti, seperti, bagaikan.”
3. Eksposisi proses, sering ditemukan dalam buku-buku petunjuk pembuatan, penggunaan, atau cara-cara tertentu.
4. Eksposisi perbandingan, dalam hal ini penulis mencoba menerangkan ide dalam kalimat utama dengan cara membandingkannya dengan hal lain.
5. Eksposisi pertentangan, berisi pertentangan antara sesuatu dengan sesuatu yang lain. frase penghubung yang biasa digunakan adalah “akan tetapi, meskipun begitu, sebaliknya.”
6. Eksposisi definisi, batasan pengertian sesuatu dengan menfokuskan pada karakteristik sesuatu itu.
7. Eksposisi analisis, proses memisah-misahkan suatu masalah dari suatu gagasan utama menjadi beberapa subbagian, kemudian masing-masing dikembangkan secara berurutan.
8. Eksposisi klasifikasi, membagi sesuatu dan mengelompokkan ke dalam kategori-kategori
C. Contoh-Contoh Paragraf Ekspositif:
1. Contoh eksposisi berita
Para pedagang daging sapi di pasar-pasar tradisional mengeluhkan dampak pemberitaan mengenai impor daging ilegal. Sebab, hampir seminggu terakhir mereka kehilangan pembeli sampai 70 persen. Sebaliknya, permintaan terhadap daging ayam dan telur kini melejit sehingga harganya meningkat.
2. Contoh Eksposisi ilustrasi
Dalam tubuh manusia terdapat aktivitas seperti pada mesin mobil. Tubuh manusia dapat mengubah energi kimiawi yang terkandung dalam bahan–bahan bakarnya-yakni makanan yang ditelan– menjadi energi panas dan energi mekanis. Nasi yang Anda makan akan dibakar dalam tubuh sebagaimana bensin dibakar dalam silinder mesin mobil. Sebagian dari energi kimiawi yang disediakan oleh nasi itu diubah menjadi energi panas yang membuat tubuh tetap hangat. Sebagian lagi berubah menjadi energi mekanis yang memungkinkan otot-otot dapat memompa darah dalam tubuh atau menggerakkan dada pada waktu bernapas.
3. Contoh Eksposisi Proses
Energen, nutrisi empat sehat lima sempurna dapat disajikan dengan mudah. Tuangkan energen ke dalam gelas. Tambahkan 150 ml air hangat dan aduk hingga merata. Energen hangat siap dihidangkan.
4. Contoh Eksposisi perbandingan
Tinju bukanlah jenis olah raga yang banyak peminatnya. Yang banyak adalah penggemarnya. Berbeda dengan olah raga jalan kaki. Peminatnya banyak, penggemarnya sedikit. Tidak ada orang yang menonton orang lain berjalan kaki.
5. Contoh Eksposisi pertentangan
Orang yang gemar bersepeda umumnya orang yang suka pada alam. Sebaliknya, orang yang tak pernah bersepeda kebanyakan orang kota yang ke mana-mana terbiasa naik mobil nyaman. Mereka akan menggerutu jika menemui jalan sempit di desa-desa.
6. Contoh Eksposisi definisi
Metonimi merupakan jenis gaya kias yang menggunakan kata-kata untuk pengertian yang lebih luas aau yang lebih sempit dari artinya yang lazim. Kata-kata dengan makna luas atau menyempit digunakan untuk menamai hal-hal atau sesuatu yang dimaksudkan.
7. Contoh Eksposisi analisis
Berbagai teori dikemukakan untuk mencari latar belakang kematian Merilyn Monroe. Ada yang berpendapat dia diancam oleh mafia. Seorang detektif memperkirakan, Merilyn pernah berhubungan dengan J.F. Kennedy. Dia dibunuh untuk menutupi kejadian yang dapat merusak nama baik tokoh penting AS tersebut. …
8. Eksposisi klasifikasi
Sistem penamaan jenis-jenis kritik sastra bervariasi, bergantung pada pendekatan yang digunakan. Pendekatan moral menekankan pertalian karya sastra dengan wawasan moral dan agama. Pendekatan historis, bekerja atas dasar lingkungan karya sastra berkaitan dengan fakta-fakta dari zaman dan hidup pengarang. Pendekatan impresionistik, yang menjadi ciri khas aliran sastra romantik, menekankan efek personil karya sastra pada kritikusnya.
D. Langkah-Langkah Dalam Menulis Karangan Eksposisi
1. Menentukan topik yang akan di sajikan
2. Menentukan tujuan eksposisi, setelah kita menentukan topik yang akan dipaparkan nanti, kita harus memiliki tujuan yang nantinya akan memberikan penjelasan dan pemahaman kepada pembaca.
3. Membuat kerangka karangan, sebelum pembuatan karangan eksposisi terlebih dahulu kita membuat kerangkanya secara lengkap dan sistematis.
4. Pembahasan, Setelah kerangka karangan tersusun kita mengembangkan secara lebih lengkap lagi agar ciri-ciri eksposisi dapat tersalurkan, eksposisi yang bersifat informatif, objektif dan logis. Dalam karangan ini pengarang lebih menjelaskan maksud dari topiknya itu dengan menyertakan bukti-bukti yang konkret sebagai penunjang dari pembahasan itu.
5. Kesimpulan, sesuai dengan tujuan menuliskan sebuah karangan eksposisi, kesimpulan ini haruslah sejalan bahkan harus memperkuat tesis tersebut.
Tema Yang Dapat Dikembangkan Menjadi Paragraf Eksposisi
Tujuan paragraf eksposisi adalah memaparkan atau menjelaskan sesuatu agar pengetahuan pembaca bertambah. Oleh karena itu, topik-topik yang dikembangkan dalam paragraf eksposisi berkaitan dengan penyampaian informasi.
Berikut ini contoh–contoh tema yang dapat dikembangkan menjadi sebuah paragraf eksposisi.
1. Manfaat Jejaring Sosial Facebook
2. Bagaimana perkembangan bisnis online di Indonesia
3. Hal-hal yang menyebabkan pengeroposan tulang
ANALISIS KARANGAN EKSPOSISI
Dalam sebuah karangan dapat dikatakan jika karangan tersebut sempurna atau tidak, dapat kita lihat dari aspek-aspek yang terdapat dalamn karangan tersebut misalnya dalam ketepatan pemilihan kata, gaya bahasa, ejaan, hubungan antara tema dengan isi karangan
Analisis berikut bersangkut paut dengan kelompok kemampuan yang bervariasi yang diperlukan untuk menulis karangan eksposisi yang baik.Pengelompokan yang umum dan yang pokok sebagai berikut:
1. penggunaan bahasa yaitu, kemampuan untuk menulis yang benar dengan kalimat-kalimat yang baik,
2. kemampuan-kemampuan mekanik yaitu, kemampuan untuk menggunakan secara benar aturan khusus untuk bahasa tulis, misalnya, tanda baca (pungtuasi), ejaan,
3. perlakuan isi yaitu, kemampuan untuk berpikir secara kreatif dan mengembangkan pikiran-pikiran, termasuk semua informasi yang tidak relevan,
4. keterampilan-keterampilan gaya bahasa yaitu, kemampuan untuk memanipulasi kalimat-kalimat dan paragraf-paragraf dan menggunakan bahasa secara efektif,
5. keterampilan-keterampilan menilai, untuk menulis materi-materi yang sesuai untuk tujuan khusus dengan pemikiran pembaca, bersama-sama dengan kemampuan menyeleksi, mengorganisasikan, dan mengurutkan informasi yang relevan.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Dalam menulis ada beberapa karangan yang dimuat. Beberapa karangan itu diantaranya ada karangan deskripsi, narasi, eksposisi, persuasi, dan argumentasi, Banyak ahli yang mengemukakan pendapatnya mengenai batasan karangan eksposisi. Dapat disimpulkan bahwa karangan eksposisi merupakan karangan yang berisikan suatu informasi langsung terhadap pembacanya. Dan dalam hal ini karangan eksposisi membahas atau menerangkan suatu hal dengan memasukan bukti-bukti yang konkret. Namun, dalam karangan ini tidak bermaksud untuk memaksa para pembacanya untuk berargumen jadi, karangan ini hanya bertujuan untuk memberikan informasi saja.
Ada beberapa jenis karangan eksposisi diantaranya eksposisisi identifikasi, eksposisi proses, eksposisi ilustrasi, eksposisi analisis, eksposisi klasifikasi, eksposisi definisi, eksposisi opini dan eksposisi perbandingan. Sebelum memulai membuat karangan eksposisi ada beberapa langkah dalam menyususn karangan eksposisi ini yang pertama menentukan topik, membuat tujuan, membuat kerangka karangan, pembahasan yang disertai dengan bukti-bukti lalu terakhir membuat kesimpulan.
B. SARAN
Bagi para pelajar hendaklah kita membuat karangan eksposisi dengan baik sehingga karangan yang kita buat nantinya mudah dibaca dan dimengerti oleh semua pihak.
Konsep Keamanan Informasi
By : SkyMaskkeamanan sebuah informasi merupakan suatu hal yang juga harus diperhatikan, karena jika sebuah informasi dapat di access oleh orang yang tidak berhak atau tidak bertanggung jawab, maka keakuratan informasi tersebut akan di ragukan, bahkan akan menjadi sebuah informasi yang menyesetkan.
sistem keamanan informasi (information security) memiliki empat tujuan yang sangat mendasar, yaitu :
1. Availability : Men+/j. cwamin pengguna yang valid selalu bisa mengakses informasi dan sumberdaya miliknya sendiri. untuk memastikan bahwa orang-orang yang memang berhak tidak ditolak untuk mengakses informasi yang memang menjadi haknya.
2. Confidentiality : Menjamin informasi yang dikirim tersebut tidak dapat dibuka dan tidak dapat diketahui orang yang tidak berhak. sehingga upaya orang-orang yang ingin mencuri informasi tersebut akan sia-sia.
3. Integrity : Menjamin konsistensi dan menjamin data tersebut sesuai dengan aslinya. sehingga upaya orang-orang yang berusaha merubah data itu akan ketahuan dan percuma.
4. Legitimate use : Menjamin kepastian bahwa sumberdaya tidak dapat digunakan orang yang tidak berhak.
sistem keamanan informasi (information security) memiliki empat tujuan yang sangat mendasar, yaitu :
1. Availability : Men+/j. cwamin pengguna yang valid selalu bisa mengakses informasi dan sumberdaya miliknya sendiri. untuk memastikan bahwa orang-orang yang memang berhak tidak ditolak untuk mengakses informasi yang memang menjadi haknya.
2. Confidentiality : Menjamin informasi yang dikirim tersebut tidak dapat dibuka dan tidak dapat diketahui orang yang tidak berhak. sehingga upaya orang-orang yang ingin mencuri informasi tersebut akan sia-sia.
3. Integrity : Menjamin konsistensi dan menjamin data tersebut sesuai dengan aslinya. sehingga upaya orang-orang yang berusaha merubah data itu akan ketahuan dan percuma.
4. Legitimate use : Menjamin kepastian bahwa sumberdaya tidak dapat digunakan orang yang tidak berhak.
pokok-pokok keamanan informasi
Pokok-pokok keamanan informasi mencakup topik yang sangat luas, tetapi dapat kita pilah menjadi dua area besar yaitu (1) keamanan informasi secara fisik dan (2) keamanan informasi secara logika, yang mana pada dasarnya terfokuskan pada dua hal yaitu (1) otentikasi dan (2) otorisasi.
Keamanan informasi secara fisik
Keamanan informasi secara fisik dapat diartikan sebagai upaya perlindungan terhadap sistem organisasi dari serangan secara fisik, yang meliputi semua elemen fisik sistem yaitu :
- melindungi mesin dimana aplikasi dijalankan;
- melindungi ruangan dimana mesin tersebut dioperasikan;
- melindungi gedung dimana mesin tersebut diinstal; dan
- melindungi daerah tempat dimana perusahaan berada.
Elemen-elemen fisik tersebut harus dijaga dan dilindungi dari segala macam gangguan dan ancaman yang mungkin dapat terjadi.
Keamanan informasi secara fisik juga termasuk mengamankan saluran komunikasi, baik komunikasi melalui kabel ataupun melalui gelombang (wireless). Jaringan komunikasi tersebut harus terlindung dari usaha penyadapan dan kerusakan, seperti misalnya terputusnya kabel atau lainnya.
Usaha-usaha perlindungan fisik sesungguhnya sangatlah kompleks, tulisan ini hanyalah garis besarnya saja.
Keamanan informasi secara logika
Keamanan informasi secara logika dihubungkan pada solusi masalah-masalah keamanan TI berupa arsitektur TI, aplikasi dan proses. Jaringan komunikasi harus dilindungi dengan baik tidak saja secara fisik namun juga secara logika. Sebab saat ini hampir semua organisasi dan individu terhubung ke jaringan umum internet.
Dengan terhubung ke internet maka sumberdaya di dalam komputer kita juga akan terhubung dan mungkin dapat diakses dari jauh. Karena itu sangat diperlukan perlindungan terhadap data/informasi yang penting dan sensitif yang dimiliki, agar tidak dapat diakses oleh pihak-pihak yang tidak berhak.
Perlindungan tersebut harus diterapkan di berbagai tingkatan keamanan. Dan perlindungan itu juga harus mencakup dari mulai mendesain aplikasi, membuat alur prosesnya hingga sistem penyimpanannya. Desain keamanan informasi pun perlu dibuat sedemikian rupa sehingga dapat menutup celah keamanan yang diketemukan.
Kebijakan dan regulasi keamanan informasi
Kebijakan, regulasi atau peraturan mengenai keamanan informasi perusahaan/organisasi sangatlah penting sebagai penuntun dalam seluruh operasional organisasi. Kebijakan tersebut dapat dibuat dengan mengacu pada standar yang sudah ada (ISO) atau membuat sendiri secara khusus disesuaikan dengan nafas organisasi.
Kebijakan keamanan informasi dapat mendefinisikan proses-proses yang terjadi pada area yang berbeda didalam organisasi. Serta berfokus pada keamanan antar proses, misalnya bagaimana meminta password baru, mengganti dll.
Otentikasi
Yang dimaksud otentikasi dalam TI adalah proses mengkonfirmasi keabsahan seseorang/sesuatu (user) tersebut benar sesuai dengan yang terdapat dalamdatabase. Kebijakan otentikasi ini akan dapat mengendalikan user terhadap penggunaan sumberdaya sistem dan untuk menghindari pemalsuan identitas.
Proses otentikasi meliputi pengumpulan informasi yang unik dari para user dan kemudian disimpan dalam sebuah database. Terdapat tiga mekanisme pengumpulan informasi untuk otentikasi yaitu (1) basis pengetahuan, seperti username danpassword; (2) basis kunci, seperti anak kunci (pintu), kunci algoritma sandi dansmartcard; (3) basis biometrik, seperti sidik jari, pola suara, dan DNA.
Dalam prakteknya mekanisme pengumpulan informasi untuk otentikasi ini sering dikombinasikan untuk mendapatkan hasil otentikasi yang lebih baik. Sebagai contoh sertifikat digital yang merupakan gabungan basis pengetahuan dengan kunci, atau voice password yang merupakan gabungan basis pengetahuan dengan biometrik.
- Username dan password adalah metode otentikasi yang paling terkenal. Useryang akan mengakses ke sistem diminta mengetikkan username dan passworduntuk dicocokkan dengan database sistem.
- Kunci (fisik) adalah sebuah objek yang dapat digunakan untuk membuktikan identitas pemegangnya. Biasanya terbuat dari logam untuk mengunci komputer atau dapat juga berupa sebuah peralatan hardware yang dihubungkan dengan komputer untuk mengaktifkan program aplikasi. Atau dapat juga berupa sebuahsmartcard.
- Otentikasi biometrik adalah penggunaan ciri-ciri fisik atau karakteristik tubuh sebagai sarana pencocokan identitas yang diterjemahkan kedalam sebuah nilai digital dan kemudian disimpan dalam sistem. Saat ini otentikasi biometrik telah semakin populer digunakan.
Otorisasi
Otorisasi adalah sebuah proses pengecekan kewenangan user dalam mengakses sumberdaya yang diminta. Terdapat dua metode dasar otorisasi yaitu (1) daftar pembatasan akses dan (2) daftar kemampuan.
- daftar pembatasan akses (access control list) umumnya berisi daftar usersdengan masing-masing tugasnya/kewenangannya terhadap sumberdaya sistem, misalnya use, read, write, execute, delete atau create. Secara spesifik merupakan aturan yang memberikan jenis kewenangan kepada users atas sumberdaya sistem.
- daftar kemampuan (capability list) hampir sama dengan daftar pembatasan akses, namun dengan pendekatan yang berbeda yaitu dengan penitik beratan pada tugas/kewenangan.
Pada kenyataannya daftar pembatasan akses lebih sering digunakan karena mengelola jenis otorisasi ini relatif lebih mudah.
Tugas/kewenangan masing-masing tingkat keamanan secara spesifik berbeda, mengakibatkan berbeda user berbeda pula tugas/kewenangan sehingga pembatasan akses selalu mengacu pada tugas/kewenangan yang menyertainya.
Komunikasi yang aman
Komunikasi yang aman dimaksudkan untuk melindungi data/informasi ketika sedang ditransmisikan dari upaya penyadapan, manipulasi atau perusakan. Teknik pengamanan data/informasi tersebut secara umum biasanya menggunakan teknik penyandian/kriptografi.
Komunikasi yang aman selalu berlandaskan kesaling pengertian (dalam otentikasi dan otorisasi) antara pengirim dan penerima yang biasa dikenal dengan istilahhandshake atau kontrak. Untuk membangun kesaling pengertian tersebut, maka diperlukan sebuah menejemen kunci dan manajemen keamanan informasi.
Keamanan informasi
Keamanan informasi adalah topik yang sangat luas dan kompleks, namun secara singkat keamanan informasi meliputi :
- Otentikasi / identifikasi
- Pembatasan akses
- Kerahasiaan / privasi
- Integritas data
- Dapat dipertanggung jawabkan / non-repudiation
- Konfigurasi / kebijakan
- Keterjaminan / pemantauan
Aspek keamanan sistem informasi
- Authentication : agar penerima informasi dapat memastikan keaslian pesan tersebut datang dari orang yang dimintai informasi.
- Integrity : keaslian pesan yang dikirim melalui sebuah jaringan dan dapat dipastikan bahwa informasi yang dikirim tidak dimodifikasi oleh orang yang tidak berhak dalam perjalanan informasi tersebut.
- Authority : Informasi yang berada pada sistem jaringan tidak dapat dimodifikasi oleh pihak yang tidak berhak atas akses tersebut.
- Confidentiality : merupakan usaha untuk menjaga informasi dari orang yang tidak berhak mengakses.
- Privacy : merupakan lebih ke arah data-data yang sifatnya privat (pribadi).
Aspek ancaman keamanan komputer atau keamanan sistem informasi
- Interruption : informasi dan data yang ada dalam sistem komputer dirusak dan dihapus sehingga jika dibutuhkan, data atau informasi tersebut tidak ada lagi.
- Interception : Informasi yang ada disadap atau orang yang tidak berhak mendapatkan akses ke komputer dimana informasi tersebut disimpan.
- Modifikasi : orang yang tidak berhak berhasil menyadap lalu lintas informasi yang sedang dikirim dan diubah sesuai keinginan orang tersebut.
- Fabrication : orang yang tidak berhak berhasil meniru suatu informasi yang ada sehingga orang yang menerima informasi tersebut menyangka informasi tersebut berasal dari orang yang dikehendaki oleh si penerima informasi tersebut.
Metodologi Keamanan Sistem Informasi
- Keamanan level 0 : keamanan fisik, merupakan keamanan tahap awal dari komputer security. Jika keamanan fisik tidak terjaga dengan baik, maka data-data bahkan hardware komputer sendiri tidak dapat diamankan.
- Keamanan level 1 : terdiri dari database, data security, keamanan dari PC itu sendiri, device, dan application. Contohnya : jika kita ingin database aman, maka kita harus memperhatikan dahulu apakah application yang dipakai untuk membuat desain database tersebut merupakan application yang sudah diakui keamanannya seperti oracle. Selain itu kita harus memperhatikan sisi lain yaitu data security. Data security adalah cara mendesain database tersebut. Device security adalah alat-alat apa yang dipakai supaya keamanan dari komputer terjaga. Computer security adalah keamanan fisik dari orang-orang yang tidak berhak mengakses komputer tempat datadase tersebut disimpan.
- Keamanan level 2 : adalah network security. Komputer yang terhubung dengan jaringan sangat rawan dalam masalah keamanan, oleh karena itu keamanan level 2 harus dirancang supaya tidak terjadi kebocoran jaringan, akses ilegal yang dapat merusak keamanan data tersebut.
- Keamanan level 3 : adalah information security. Keamanan informasi yang kadang kala tidak begitu dipedulikan oleh administrator seperti memberikan password ke teman, atau menuliskannya dikertas, maka bisa menjadi sesuatu yang fatal jika informasi tersebut diketahui oleh orang yang tidak bertanggung jawab.
- Keamanan level 4 : merupakan keamanan secara keseluruhan dari komputer. Jika level 1-3 sudah dapat dikerjakan dengan baik maka otomatis keamanan untuk level 4 sud
Cara mendeteksi suatu serangan atau kebocoran sistem
Terdiri dari 4 faktor yang merupakan cara untuk mencegah terjadinya serangan atau kebocoran sistem :- Desain sistem : desain sistem yang baik tidak meninggalkan celah-celah yang memungkinkan terjadinya penyusupan setelah sistem tersebut siap dijalankan.
- Aplikasi yang Dipakai : aplikasi yang dipakai sudah diperiksa dengan seksama untuk mengetahui apakah program yang akan dipakai dalam sistem tersebut dapat diakses tanpa harus melalui prosedur yang seharusnya dan apakah aplikasi sudah mendapatkan kepercayaan dari banyak orang.
- Manajemen : pada dasarnya untuk membuat suatu sistem yang aman/terjamin tidak lepas dari bagaimana mengelola suatu sistem dengan baik. Dengan demikian persyaratan good practice standard seperti Standard Operating Procedure (SOP) haruslah diterapkan di samping memikirkan hal teknologinya.
- Manusia (Administrator) : manusia adalah salah satu fakor yang sangat penting, tetapi sering kali dilupakan dalam pengembangan teknologi informasi dan dan sistem keamanan. Sebagai contoh, penggunaan password yang sulit menyebabkan pengguna malah menuliskannya pada kertas yang ditempelkan di dekat komputer. Oleh karena itu, penyusunan kebijakan keamanan faktor manusia dan budaya setempat haruslah sangat diperhatikan.
Langkah keamanan sistem informasi
- Aset : Perlindungan aset merupakan hal yang penting dan merupakan langkah awal dari berbagai implementasi keamanan komputer. Contohnya: ketika mendesain sebuah website e-commerce yang perlu dipikirkan adalah keamanan konsumen. Konsumen merupakan aset yang penting, seperti pengamanan nama, alamat, ataupun nomor kartu kredit.
- Analisis Resiko : adalah tentang identifikasi akan resiko yang mungkin terjadi, sebuah even yang potensial yang bisa mengakibatkan suatu sistem dirugikan.
- Perlindungan : Kita dapat melindungi jaringan internet dengan pengaturan Internet Firewall yaitu suatu akses yang mengendalikan jaringan internet dan menempatkan web dan FTP server pada suatu server yang sudah dilindungi oleh firewall.
- Alat : alat atau tool yang digunakan pada suatu komputer merupakan peran penting dalam hal keamanan karena tool yang digunakan harus benar-benar aman.
- Prioritas : Jika keamanan jaringan merupakan suatu prioritas, maka suatu organisasi harus membayar harga baik dari segi material maupun non material. Suatu jaringan komputer pada tahap awal harus diamankan dengan firewall atau lainnya yang mendukung suatu sistem keamanan.
Strategi dan taktik keamanan sistem informasi
- Keamanan fisik : lapisan yang sangat mendasar pada keamanan sistem informasi adalah keamanan fisik pada komputer. Siapa saja memiliki hak akses ke sistem. Jika hal itu tidak diperhatikan, akan terjadi hal-hal yang tidak dikehendaki.
- Kunci Komputer : banyak case PC modern menyertakan atribut penguncian. Biasanya berupa soket pada bagian depan case yang memungkinkan kita memutar kunci yang disertakan ke posisi terkunsi atau tidak.
- Keamanan BIOS : BIOS adalah software tingkat terendah yang mengonfigurasi atau memanipulasi hardware. Kita bisa menggunakan BIOS untuk mencegah orang lain me-reboot ulang komputer kita dan memanipulasi sisten komputer kita.
- Mendeteksi Gangguan Keamanan Fisik : hal pertama yang harus diperhatikan adalah pada saat komputer akan di-reboot. Oleh karena Sistem Operasi yang kuat dan stabil, saat yang tepat bagi komputer untuk reboot adalah ketika kita meng-upgrade SO, menukar hardware dan sejenisnya.
